[Mengulas Buku] Ulasan Novel Keempat Serial Bumi: Bintang

 


Judul : Bintang

Penulis : Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 

Halaman : 392 halaman 

Halo kembali lagi di blogku, blogitawelasti kali ini aku mau mengulas sebuah novel serial Bumi keempat yang judulnya Bintang. Jujur sebenarnya temenku udah spoiler dikit mengenai isinya, katanya sih ceritanya seru banget. Karena aku penasaran dengan kelanjutan dari novel ketiga Matahari, jadi aku memutuskan untuk langsung membaca Bintang. Novel dengan jumlah 392 halaman ini bisa kuhabiskan dalam kurun waktu kurang dari 5 hari. Nggak kaget sih, karena ceritanya memang semenarik itu. Jadi di novel keempat ini masih bercerita tentang petualangan ketiga sahabat yaitu Raib, Ali dan Seli ke Klan Bintang. 

Mengetahui kabar bahwa Dewan Kota Zaramaraz (Ibu Kota Klan Bintang) akan meruntuhkan pasak bumi yang bisa membuat dunia paralel hancur membuat ketiganya harus menghentikan niat jahat tersebut. Ali memutuskan untuk menyempurnakan ILY (nama kapsul terbang buatan Ali untuk mengenang mendiang Ily) – baca kisahnya di novel kedua Bulan di sini dan mencari tahu di mana titik pasak bumi yang akan diruntuhkan oleh Dewan Kota Zaramaraz. Ali dengan kecerdasannya berhasil menemukan enam titik lokasi pasak bumi dan perjalanan mereka pun dimulai. 

Kali ini perjalanan mereka tidak hanya bersama dengan kapsul terbang ILY saja melainkan juga bersama dengan Miss Selena dan Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari, total ada 4 kapsul yang terbang menuju Klan Bintang. Mereka harus melewati lorong-lorong kuno untuk mencapai titik di mana pasak tersebut berada. Tentu saja petualangan mereka tidaklah mudah untuk menuju satu titik saja, ada banyak rintangan yang harus dilalui. Belum lagi perjalanan menuju titik pasak pertama mereka harus kehilangan Panglima Sad dari Pasukan Bayangan ketika mereka melewati Hutan Taiga yang siklus cuacanya rusak. 

Ketika berada di Hutan Taiga, mereka harus bisa melalui empat musim yang cepat sekali berubah, hitungan menit. Saat musim dingin, salju turun dan membuat mereka kesulitan untuk melalui jalan tersebut, mereka baru bisa melalui Hutan Taiga ketika berada di musim semi, panas dan gugur saja. Dari bagian ini aku mendapatkan pelajaran tentang pengorbanan, sejak menyetujui petualangan ini Panglima Sad sudah tahu apa resikonya dan dirinya berkorban demi kelancaran perjalanan sehingga mengorbankan nyawanya. 

Bagian yang paling aku suka ketika mereka berada di Ruangan Padang Sampah, di ruangan tersebut ternyata menjadi tempat pembuangan pegawai yang pernah melakukan kesalahan, tidak peduli walaupun kesalahan itu kecil. Salah satunya adalah pegawai yang dihukum dan dikirim ke ruangan tersebut salah menyalakan lampu sorot ketika Dewan Kota sedang berpidato, bahkan ada orang yang paling tua dan sudah lama tinggal di sana bernama Zaad. 

Aku suka dengan karakter orang di Ruangan Padang Sampah karena mereka suka menolong dan rasa kekeluargaannya besar. Mereka membantu petualangan menemukan pasak bumi entah itu pertolongan berupa mengizinkan melewati portal untuk tiba di lorong kuno atau memperbaiki kapsul terbang mereka agar lebih kuat menggunakan teknologi dari Klan Bintang. Seperti biasa, Tere Liye pandai sekali menggambarkan bagaimana suasana ketika mereka sedang bertarung atau sedang berada di lorong-lorong kuno. Diceritakan bahwa Klan Bintang adalah sebuah peradaban yang lebih maju dibanding dengan klan lainnya, terbukti dengan penggunaan teknologi di mana-mana, tetapi sangat disayangkan karena Dewan Kota sangat membenci para pemilik kekuatan, oleh karena itu mereka ingin menghancurkannya. 

Selain itu pelajaran lain yang juga aku dapatkan adalah kerja sama yang apik antara Pasukan Bayangan dan Pasukan Matahari. Aku suka sekali bagaimana Pasukan Bayangan melindungi Pasukan Matahari ketika sedang bertarung melawan Pasukan Bintang. Pasukan Matahari yang memiliki kekuatan untuk membuat petir melawan Pasukan Bintang dan Pasukan Bayangan bergerak melindunginya dengan membuat tameng transparan, bagian inilah yang paling aku suka dari Novel Bintang. 

Aku juga banyak belajar dari Ali yang baru pertama kali melakukan kesalahan, dia tampak menyalahkan dirinya terus menerus. Dari sini aku bisa belajar bahwa wajar apabila manusia melakukan kesalahan karena manusia tempatnya salah dan lupa. Ketika kita melakukan kesalahan, sudah seharusnya kita belajar dari kesalahan tersebut bukan terus menerus menyalahkan diri sendiri. Selain itu tokoh Raib sebagai tokoh utama yang dipercaya bisa mendengarkan alam untuk mengetahui di mana pasak bumi juga memberikan pelajaran penting.

Raib anak umur 16 tahun yang mendapatkan banyak ‘pujian’, entah karena dia seorang putri dari Klan Bulan yang dianggap memiliki kekuatan luar biasa sebenarnya merasa terbebani dan tidak percaya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini Miss Selena mengingatkan Raib agar tidak terlalu sering mendengarkan omongan orang lain dan sudah seharusnya Raib percaya pada dirinya sendiri. Begitu pula dengan kita yang sudah seharusnya percaya bahwa diri kita ini bisa melakukan hal yang kita inginkan, tidak ada yang tidak mungkin bukan jika Tuhan sudah berkehendak?

Seli lagi-lagi mencuri perhatianku dengan sifat setia kawannya. Walaupun dia yang paling sering ketakutan dan ragu, tetapi Seli tidak pernah meninggalkan kedua sahabatnya dalam kondisi apapun. Dari Seli juga aku belajar bahwa ketika kita ditimpa sesuatu yang buruk atau menyakitkan, alasannya tidak lain adalah untuk membuat diri kita semakin kuat. Seperti halnya Seli yang lebih sering terluka atau pingsan dibanding kedua sahabatnya, akan tetapi bukan berarti Seli itu lemah, melainkan luka itu bisa membuatnya kuat dan menjadi petarung Klan Matahari yang hebat.

Nah selesai sudah aku mengulas Novel Bintang, novel keempat dari Serial Bumi. Kalau kamu mau membaca ulasanku sebelumnya mengenai novel pertama, kedua dan ketiganya bisa langsung klik link di sini (Bumi, Bulan, Matahari). Happy reading :)


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url