Review Don’t Call It Mystery Series Jepang yang Penuh Teka-teki
Blogitawelasti – Penyuka drama Jepang misteri sepertinya tidak boleh ketinggalan menonton serial Don’t Call It Mystery series. Drama yang rilis di Vidio ini berisi 12 episode yang akan mengajak penonton bermain teka-teki.
Drama yang rilis tahun 2022 ini dibintangi oleh Masaki Suda, Sairi Ito, Matsuya Onoe, dan masih banyak lagi. Kalau kamu tertarik menonton, bisa simak sinopsis dan reviunya di bawah ini.
Artikel ini mengandung spoiler
Identitas Don’t Call It Mystery Series
Judul: Don’t Call It Mystery
Genre: Misteri
Sutradara: Aizawa Hideyuki dan Matsuyama Hiroaki
Skenario: Aizawa Tomoko
Episode: 12
Durasi: 46 menit/episode
Negara: Jepang
Bahasa: Jepang
Platform: Vidio
Sinopsis Don’t Call It Mystery Series
Don’t Call It Mystery series berfokus pada kisah Totono Kuno, mahasiswa dengan kemampuan komunikasi tinggi yang tidak memiliki teman dekat dan menyukai kari. Kuno malah terlibat ke kasus pembunuhan yang tidak dia lakukan.
Kemampuan komunikasinya membantunya melepas tuduhan tersebut dan bisa keluar dari kantor polisi. Setelah itu, Kuno bertemu dengan gadis misterius bernama Raika yang kemudian memintanya untuk bekerja sama menyelesaikan kasus dan mencari kebenarannya.
Review Don’t Call It Mystery Series
Kalau kamu tertarik dengan kisah Totono Kuno yang menggunakan keahlian komunikasinya untuk menyelamatkan dirinya, bisa simak reviu singkat di bawah ini.
1. Rating
Berdasarkan pendapat dari 677 pengguna situs IMDb, Don’t Call It Mystery series mendapatkan rating 7.6 dari 10 bintang. Aku memberikan angka 8 untuk serial ini karena aku suka sekali dengan alur yang penuh misteri dan berhasil membuatku bertanya-tanya bagaimana hasilnya.
2. OST
Lagu pengiring serial Don’t Call It Mystery judulnya adalah Chameleon yang dibawakan oleh band asal Jepang bernama King Gnu. Sedangkan komposer Ken Arai bertugas untuk menggubah semua instrumen musik latar dalam serial tersebut.
3. Analisis Karakter
Dalam Don’t Call It Mystery series, Totono Kuno digambarkan sebagai sosok yang tenang, pandai berkomunikasi, dan dituduh menjadi pelaku kejahatan. Ketenangannya menggambarkan bahwa dia bisa mengatasi rintangan yang dihadapi.
Sebenarnya, sikapnya sama seperti di versi filmnya yang tidak mudah terprovokasi bahkan tanpa sadar mengarahkan polisi untuk mencari tahu siapa pelakunya. Di serialnya, Totono Kuno juga digambarkan sebagai orang yang menyukai kari, tinggal sendiri di apartemen, dan tidak memiliki teman.
4. Analisis Alur yang Penuh Ketegangan
Alur versi serial Don’t Call It Mystery lebih menegangkan dibandingkan versi filmnya. Kalau versi filmnya cerita bagian dua ada unsur romantisnya yang didahului dengan genre misteri. Namun di versi serialnya penonton benar-benar diajak untuk memecahkan kasus orang hilang.
Ada kasus kejahatan berantai yang mengincar banyak orang dengan susunan nama tertentu. Salah satu yang diincar adalah Anju Inudo, seorang adik yang sakit-sakitan dari keluarga kaya raya yang mendadak menghilang.
Kakaknya dan dua saudaranya yang lainnya membajak sebuah bus untuk menangkap para pelaku yang kemungkinan menculik adiknya itu. Jadi sepanjang menonton, penonton akan diajak bermain teka-teki untuk mencari tahu pelakunya dan apa yang sebenarnya terjadi pada Anju.
5. Daftar Pemain
Adapun pemeran dalam Don’t Call It Mystery (2022) sebagai berikut.
- Masaki Suda sebagai Totono Kuno
- Sairi Ito sebagai Seiko Furomitsu
- Matsuya Onoe sebagai Yuto Ikemoto
- Yutaka Mishima sebagai Kensuke Sahashi
- Michitaka Tsutsui sebagai Nariaki Aoto
- Koji Furukawa sebagai Irie
- Mugi Kadowaki sebagai Raika
- Eita Nagayama sebagai Garo Inudo
- Kosuke Suzuki sebagai Haruo Amatatsu
- Yuki Kubota sebagai Haya Inudo
- Ryohei Abe sebagai Otoya Induo
- Mai Shiraishi sebagai Anju Inudo
- Asami Mizukawa sebagai Kiwa Miyoshi
6. Fakta
Fakta menarik tentang serial Don’t Call It Mystery adalah ada versi filmnya yang tayang di Viki berjudul Don’t Call It Mystery Special yang ceritanya tidak kalah seru. Selain itu, serial ini juga diadaptasi dari manga berjudul Mystery to lu Nakare oleh Yumi Tamura. Manga ini pertama kali dipublikasikan di Majalah Manga Flowers pada 28 November 2016.
7. Pesan Moral
Pesan yang aku dapatkan setelah menonton Don’t Call It Mystery series adalah bahwa ketenangan bisa mengalahkan segalanya. Ketika berada di situasi terhimpit seperti Totono, dia dengan sikap tenangnya dan keahlian komunikasinya mampu menyelamatkannya dari tuduhan kejahatan.
Tentu saja hal ini sulit dilakukan bukan? Kita mungkin akan memberikan respon terkejut dan langsung mengelak atau panik ketika dituduh melakukan hal yang tidak dilakukan dalam berbagai kondisi.
8. Rekomendasi Serupa
Kalau kamu suka dengan tontonan menarik yang serupa dengan Don’t Call It Mystery series, bisa simak beberapa rekomendasi di bawah ini.
- Don’t Call It Mystery Special: Film di Viki yang juga tidak kalah seru dengan versi serialnya. Kamu harus menontonnya kalau penasaran ya!
- Close My Eyes: Film Korea di Vidio tentang seorang musisi jalanan yang tidak bisa melihat yang mencoba menyelamatkan pendengar setianya dari penculik.
- The Greatest Teacher: Drama Jepang di Netflix tentang guru yang terbangun setelah kematiannya untuk menyelidiki siapa siswa yang mendorongnya di hari kelulusan.
Setelah membaca reviu singkat Don’t Call It Mystery series, apakah kamu tertarik mengikuti kisah Totono Kuno si penyuka kari?